Kulon Progo, SWARAPEMBANGUNANNEWS.COM – Terletak di Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Desa Sendangsari memancarkan pesona alam dan kekayaan budayanya. Dikelilingi oleh Desa Sidomulyo di sebelah barat, Karangsari di timur, Banyuroto di utara, dan Desa Pengasih di selatan, Sendangsari tidak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang indah, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan yang hidup. Dengan jumlah penduduk sekitar 11.530 jiwa, sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, menjadikan desa ini kaya akan tradisi dan kehidupan gotong royong.
Salah satu destinasi wisata andalan Sendangsari adalah Pemandian Clereng, sebuah kolam renang alami yang sumber airnya berasal dari mata air pegunungan. Pemandian ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kesegaran alam. Selain itu, ada juga Embung Blubuk, sebuah danau buatan yang menawarkan pemandangan menenangkan, serta Among Lare, lokasi yang menyimpan berbagai kesenian tradisional desa.
Desa ini dikenal dengan ragam seni tradisional yang masih lestari, seperti Jatilan, tari kuda kepang yang mengandung unsur mistis; Panjidur, drama tari yang menggambarkan kisah Panji; Angguk Putri, tarian khas yang dimainkan oleh perempuan muda dengan gerakan dinamis; Ketoprak, seni teater tradisional Jawa; serta Wayang Kulit dan Incling, pertunjukan wayang yang menyajikan kisah epik Jawa. Semua seni ini merupakan simbol kekayaan budaya lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Potensi budaya dan wisata di Sendangsari, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi penggerak utama bagi pemberdayaan masyarakat lokal. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga berpotensi mendapatkan manfaat besar dari pertumbuhan sektor pariwisata dan seni di desa ini, meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mengangkat pendapatan desa.
Selain itu, Karang Taruna Karya Manggala, kelompok pemuda Desa Sendangsari, memainkan peran penting dalam mengembangkan kreativitas dan semangat gotong royong di kalangan pemuda. Dengan kegiatan-kegiatan yang inovatif, Karang Taruna terus berupaya membangun desa. Salah satu acara yang akan datang adalah Jalan Sehat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2024. Acara ini diharapkan mampu menyatukan semua lapisan masyarakat dalam kebersamaan dan semangat nasionalisme.

Jogoboyo Desa Sendangsari, Jumono, yang pernah menjabat sebagai Ketua Karang Taruna periode 2002-2007, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan kepada media Swara Pembangunan Group. Menurutnya, media ini diharapkan dapat terus mendukung program pembangunan pemerintah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial demi kemajuan yang lebih baik. Desa Sendangsari, dengan segala potensi dan kekayaan budaya yang dimilikinya, layak menjadi destinasi wisata unggulan di Kulon Progo. Seiring berjalannya waktu, warisan budaya ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan untuk generasi mendatang. (BLS)
Leave a comment