Menyoroti Proses Eksekusi Rumah : Pentingnya Transparansi dan Keadilan
Tangerang, 26 November 2025 — SWARA PEMBANGUNAN
Telah terjadi proses eksekusi sebuah rumah di wilayah Perumahan Islamic Village Jalan JabalMina 1 Blok 01 No. 10A Kelapa Dua Tangerang. Yang memunculkan pertanyaan serius darimasyarakat. Terkait transparansi dan prosedur hukum yang mendasarinya. Peristiwa ini menjadi sorotan karena dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Tangerang tanpa penjelasan administratif yang terbuka kepada publik maupun pihak terdampak / pemilik rumah lama. Ada satu hal yang sangat disayang kan bahwa Kepolisian dan TNI justru memilih jalur kekuasaan tanpa membuka ruang dialog, dan ruang mediasi.
Eksekusi yang dilakukan pada pukul 9:30 WIB ini menuai banyak pertanyaan dari public sekitar yang melihatnya. Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas pelaksanaan eksekusi yang dinilai belum memenuhi prinsip keterbukaan informasi dan akuntabilitas. Kedua hal yang sangat disayang dari proses eksekusi ini adalah perilaku Perwakilan Pemenang Lelang yang sangat Represif dan tertutp. Dalam hal ini korban eksekusi ibu Elma dibantu oleh Team DLR Legals Partners menyampaikan bahwa pihaknya tidak ada niat untuk menguasai aset sengketa tersebut. Pihaknya hanya menuntut dua permintaan yang sebelumnya sudah saling disepakati. Tetapi dengan sikap tertutupnya Perwakilan pemenang lelang selalu mengatakan “hari ini tidak ada mediasi” ini sangat tidak berperikemanusiaan. Dalam negara hukum, setiap tindakan yang menyangkut hak dasar warga, seperti tempat tinggal, harus dijalankan dengan prosedur yang sah, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rumah adalah simbol stabilitas dan kehidupan. Setiap proses hukum harus menjunjung tinggi asas due process dan hak untuk mengetahui.
Kami mendorong :
- Pemerintah daerah dan aparat terkait untuk membuka dokumen dan dasar hukum
eksekusi secara transparan.
- Dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan eksekusi agar tidak
menimbulkan preseden negatif.
- Diberikannya ruang dialog antara warga terdampak dan pihak berwenang guna
mencari solusi yang berkeadilan.
“Kami percaya bahwa penegakan hukum yang kuat harus berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak warga. Ketika prosedur dijalankan secara terbuka dan adil, kepercayaan publik terhadap institusi negara akan tumbuh.”
Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan pendekatan humanis serta dialog konstruktif demi terciptanya ketertiban yang berkeadilan. [Merry SBB]
Leave a comment