Thursday , 16 July 2026
DaerahDKI Jakarta

Ketum KADIN DK Jakarta Diana Dewi Tanam Mangrove

Peringati HUT Ke-57, Ketum KADIN DK Jakarta Diana Dewi memberikan bibit mangrove ditanam di pesisir pantai Jakarta

Jakarta, SwaraPembangunannews.com

Kata mangrove konon berasal dari kata mangal yang artinya komunitas tumbuhan. Ada juga yang menyatakan bahwa mangrove berasal dari kata mangro yang merupakan nama umum Rhizopora mangle di Suriname (Purnobasuki, 2005). Macnae (1968) Rusila et al., (1999) menyatakan bahwa kata mangrove merupakan gabungan dari Bahasa Portugis mango dan Bahasa Inggris grove. Hutan mangrove merupakan hutan pantai yang airnya naik pada saat air pasang dan turun pada air surut. Mangrove ditemukan di daerah pesisir tropis dan subtropics di seluruh dunia. Berkat kemampuannya menyimpan karbon dalam jumlah besar, bakau adalah senjata utama dalam perang melawan perubahan iklim. Dengan melindungi hutan bakau, kita dapat membantu melindungi masa depan planet kita.

Kegiatan yang diadakan oleh Kadin DK Jakarta dalam memperingati rangkaian HUT KADIN ke-57, yang dibuka dengan kata sambutan oleh Ketua Umum KADIN Provinsi DK Jakarta Diana Dewi, “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen dari KADIN DKI Jakarta terhadap pelestarian lingkungan hidup serta biota air yang memang harus senantiasa dijaga ekosistem dan keberlanjutannya. Ada sekitar 500 bibit pohon bakau yang akan ditanam pada kesempatan ini,” ujarnya di Blok Elang Laut PIK Kamal Muara Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara pada hari Jum`at (27/12/2024).

Selain itu, kita juga akan melakukan bersih sampah bersama Komunitas Pencinta Alam. Acara ini juga diadakan dalam rangka ulang tahun KADIN DKI Jalarta ke-57,  yang jatuh pada tanggal 30 November 2024. Tampak dalam peringatan HUT KADIN pun, hadir Penjabat Gubernur Provinsi DK Jakarta Teguh Setyabudi, Bayu Meghantara yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pertamanan & Hutan Kota Provinsi DK Jakarta dan Plt Askesra Suharini Eliawati dan sejumlah undangan lainnya.

Hutan mangrove memiliki arti penting dan merupakan pelindung, khususnya bagi kawasan pesisir. Bahkan, hutan mangrove merupakan benteng pertahanan terakhir bagi kawasan pesisir dari perubahan iklim. Hutan mangrove juga berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan berkontribusi bagi kesejahteraan penduduk yang menempati wilayah pesisir.

Saat ini, luas hutan mangrove di Jakarta hanya sekitar 63,2 hektar, dengan kondisi yang sebagian besar dalam keadaan rusak. Sejak tahun 2020, terjadi deforestasi hutan mangrove di Jakarta, di mana sekitar 279 hektare mangrove hilang selama 8 tahun terakhir. Total luasan hutan mangrove di dunia sekitar 16,5 juta hektar, di mana sekitar 23 persennya atau 3,4 juta hektar berada di Indonesia. Sayangnya, lebih dari 50% nya dalam kondisi rusak.

“Oleh karena itu, rehabilitasi hutan mangrove merupakan sesuatu yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Dan, ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya Pemprov DK Jakarta saja. KADIN DK Jakarta mendukung penuh upaya merehabilitasi hutan mangrove. Kami menyadari betapa pelestarian lingkungan merupakan hal penting dan salah satu faktor utama yang mendukung ekosistem bisnis berkelanjutan,” ujar Diana Dewi.

Kawasan ekosistem mangrove di Angke Kapuk di pesisir utara Jakarta ini perlu mendapat perhatian karena berkontribusi dalam memberikan jasa ekosistem dan menjaga kelestarian lingkungan. Terima kasih juga untuk kerjasama dan dukungan dari semua pihak. “Akhir kata, saya berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu pihak-pihak lain untuk ikut berkontribusi bagi pelestarian lingkungan,” tandasnya.

Mungkin tinggal penambahan soal kesinambungan kegiatan ini selama 5 tahun kedepan terutama dalam target program pengelolaan bersama hutan mangrove kadin jakarta seluas 5 Hektar selama 5 tahun. Kalau dalam 8 tahun terjadi kerusakan 279 hektar (data WALHI tahun 2022) maka upaya kita bisa lebih ditingkatkan lagi lebih dari 5 heltar, krn jakarta saat ini adalah kota dgn nomor urut 1 dalam polusi udara. Hutan Magrove bagian atasnya (daun) mempunyai kemampuan menyimpan karbon 4 kali dari hutan tropis daratan sedangkan bagian bawahnya (akar) bisa 8 kali menyimpan karbon. Selain itu lahan hutan Mangrove di pesisir Jakarta masih sangat luas yang masih bisa ditanam, hal lain yg perlu ditambahkan mungkin menyangkut program UMKM yg jadi salah satu program prioritas Kadin Jakarta, dimana hasil hutan mangrove berupa sirop dan lainya bisa menjadi usaha para nelayan dan petani yg ada di pesisir pantai Jakarta.

Berdasarkan keputusan menteri kehutanan dan perkebunan RI nomor 220/kpts-II/2000, kawasan Hutan Angke yg terletak di kecamatan penjaringan jakarta utara memiliki 327.70 Hektar, terdiri dari; Hutan Lindung 44.76 Ha, Taman Wisata alam 99.82 Ha, Kebun Pembibitan 10.51 Ha, Jalur Hijau Mangrove Tol Sedyatmo 95.50 Ha, Tramisi PLN 23.70 Ha, Cengkareng Drain 28,39 Ha. (RED)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Daerah

Diduga Tak Kantongi Izin, Tambang Batu di Desa Siregar Aek Nalas Tuai Sorotan: Warga Sebut Ada Ancaman dan Intimidasi

Kabupaten Toba, Swara Pembangunannews.com Aktivitas tambang batu yang diduga tidak memiliki izin...

Daerah

Berikut Beberapa Saran dan Rekomendasi Komisi Terhadap LKPj Bupati Toba

Kabupaten Toba, Swara Pembangunannews.com Komisi A, B dan C DPRD Kabupaten Toba...

Daerah

May Day, Ribuan Nasib PHK Besar Besaran di Sumut, Mau di Bawa Kemana

Balige, Swara Pembangunannews.com May Day atau Hari Buruh Internasional, memang sering di...

Daerah

Badan khusus PPKDT DPP Gabpeknas Dukung Berdirinya SPI Toba, Dorong Profesionalisme Insan Pers

Balige Toba, Swara Pembangunannews.com Badan Khusus Pengembangan Pembangunan Kawasan Danau Toba DPP...