Saturday , 18 April 2026
Nasional

Aksi Lingkungan Dari Gang Sempit, Hingga Melenggang ke. Mancanegara

Guangzhou, 9 Agustus 2025

 Di sebuah gang sempit RT.8 RW.4  di Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, aktivitas sehari-hari biasanya diwarnai suara obrolan warga, anak-anak bermain, dan aroma masakan dari dapur sederhana. Namun, dari salah satu sudut kampung ini, lahir gerakan lingkungan yang mengguncang dunia. Sosok di balik layar adalah Dr. Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang membuktikan bahwa perubahan global bisa dimulai dari lingkungan terkecil di sekeliling kita.

Berawal dari Keresahan, Berbuah Gerakan

Bertahun-tahun Taufiq melihat tanda-tanda kerusakan lingkungan: air sumur keruh, udara panas yang tak lagi sejuk, berkurangnya keanekaragaman hayati, dan sampah yang menumpuk menyebabkan bau, air yang terbuang sia-sia. “Kalau kita diam, anak cucu kita yang akan menanggung akibatnya,” ujarnya. Dari keresahan itu, lahirlah Media Percontohan Pembelajaran Pencegah Krisis Planet, sebuah pusat edukasi lingkungan berisi 43 inovasi nyata, mulai dari kolam gizi warga untuk baloita dan lansia, sumur resapan dalam, lampu tenaga surya, Teknik penyiraman otomatis, contoh penampungan air hujan, pengelolaan sampah terpadu, hingga lubang resapan biopori untuk sampah organik.

Dari Kampung ke Panggung Dunia

Inovasi ini mengantarkan Taufiq meraih:

1. Rekor MURI: Ketua RT pertama di Indonesia yang menciptakan media

pembelajaran pencegah krisis planet.

2. HAKI: Penghargaan dari negara atas kekayaan Intelektualnya dalam mencegah Krisis

Planet di bidang lingkungan.

3. Kalpataru 2024: Penghargaan dari Negara sebagai Nominator Penerima Kalpataru

katagori Pengabdi Lingkungan Tingkat Nasional tahun 2024 mewakili Provinsi DKI

Jakarta

4. Excellence Award: Penghargaan dari International Board of Standards atas

kontribusi di bidang lingkungan.

Undangan Eksklusif ke Tiongkok

Puncak prestasinya adalah undangan langsung ke Guangzhou, Tiongkok untuk mempelajari teknologi pengolahan air Swirlova, solusi mutakhir yang dapat mengatasi krisis air global. Taufiq juga mendapatkan pengetahuan teknologi ramah lingkungan lain seperti lapisan dinding inovatif yang mampu menurunkan suhu ruangan secara alami, sehingga mengurangi penggunaan AC, dan berbagai pengetahuan lain dari Negeri Tionghoa dalam memitigasi krisis planet.

Ilmu yang Tidak Hanya Disimpan

Semua pengetahuan yang dia miliki termasuk dari sertifikasi internasional bidang lingkungan hidup yang dimilikinya, bahkan pengetahuan dari luar negeri dibawa pulang untuk dibagikan ke warga. Kampungnya dijadikan sebagai laboratorium hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, tempat di mana teori dan aksi berpadu demi masa depan bumi yang tetap lestari.

Pesan untuk Dunia

“Dari kampung kecil, dengan inisiatif local, kita bisa memberi dampak global. Mari jaga bumi bersama,” tutup Taufiq dengan senyum penuh keyakinan. (DAS)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Nasional

Kunjungi Ancol Bersama Keluarga

Jakarta Swara Pembangunan Kawasan wisata Ancol kembali menghadirkan Promo Spesial Paket hemat...

Nasional

Plastik Langka Setiap Hari Harga Melonjak Naik, Dampak Terasa Hingga Daerah

Jakarta, Swara Pembangunan Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4), Menteri Perdagangan...

Nasional

Walikota Jakarta Utara Lepas Keberangkatan Tim Asesmen PMI Jakarta Utara ke Wilayah Bencana Aceh

Jakarta, Swara Pembangunannews.com Walikota Jakarta Utara diwakili Wakil Walikota Jakarta Utara Fredy...

Nasional

DPP IP-KI Mengadakan MoU dengan PMI Jakarta Utara bersama UNITI Dalam Bantuan Sumatra

Jakarta, Swara Pembangunannews.com Bencana alam yang mendera Pulau Sumatra 3 (tiga) minggu...