TARUTUNG | swarapembangunannews.com 24/09/2026
Guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bersertifikasi di sektor pembangunan, Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) dan Dewan Pimpinan Badan Khusus Pengembangan Pembangunan Kawasan Danau Toba Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional (Gabpeknas) menggelar kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Konstruksi bagi Tenaga Ahli.
Kegiatan yang berlangsung di Tarutung ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari para praktisi, insinyur, serta tenaga teknis konstruksi di wilayah Tapanuli Utara.

Program strategis ini bertujuan untuk memastikan para pelaku industri konstruksi daerah memiliki standar keahlian yang diakui secara nasional, sekaligus merespons amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan seluruh tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
Dalam sambutannya, Kepala BJKW I Banda Aceh menekankan pentingnya standardisasi kompetensi di tengah masifnya pembangunan infrastruktur saat ini.
“Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bukti nyata bahwa tenaga ahli kita memiliki kapasitas teknis, pemahaman keselamatan kerja yang matang, serta daya saing yang tinggi untuk menyukseskan proyek-proyek strategis,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Bp wakil bupati terkait menyambut baik kolaborasi tiga pilar ini.
Pemkab Taput berharap, lewat sertifikasi kompetensi tenaga ahli ini, kualitas pengerjaan fisik infrastruktur di daerah Tapanuli Utara dapat semakin meningkat, meminimalisir risiko kegagalan bangunan, dan mendorong efisiensi anggaran belanja daerah.
Sementara itu, Ketua Badan Khusus Pengembangan Pembangunan Kawasan Danau Toba (PPKDT) Gabpeknas Robby Pangaribuan menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi para anggota dan pengusaha lokal agar selalu taat regulasi dan profesional.
Melalui uji kompetensi ini, Gabpeknas optimistis kontraktor lokal mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan siap bersaing dalam skala yang lebih luas.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menjalani serangkaian pembekalan materi intensif yang dipandu oleh instruktur berpengalaman, disusul dengan penilaian (asesmen) mandiri, wawancara, dan ujian teknis oleh tim penilai ahli.
Peserta yang dinyatakan kompeten nantinya akan menerima sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi terkait yang diakui oleh negara. (Robby)
Leave a comment