Saturday , 18 April 2026
Nasional

Hingga 4 Juli, Pembangunan Infrastruktur IKN Telan Rp 83,4 Triliun

Tidak hanya Kementerian PUPR, ada pula ketenagalistrikan, komunikasi, hingga pengelolaan persampahan untuk penduduk pionir

- Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Imam Santoso Ernawi

NUSANTARA, SWARAPEMBANGUNANNEWS.COM

Hingga kini, pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan secara progresif dan akseleratif. Per 4 Juli 2024, tengah dikerjakan 106 paket pekerjaan yang terkontrak pada 2020-2024 dalam tiga bacth dengan progres fisik mencapai 45,11 persen. Total paket pekerjaan tersebut menelan dana Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 83,42 triliun.

Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Imam Santoso Ernawi menuturkan, jumlah pekerjaan Batch 1 yang terkontrak sebanyak 40 paket dengan progres fisik 88,20 persen. Seperti yang dilansir SwaraPembangunanNews.com dari portal Kompas.com kemudian untuk Batch 2 meliputi 31 paket dengan progres fisik 46,71 persen, dan Batch 3, terdapat 35 paket dengan progres fisik 8,61 persen.

Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Imam Santoso Ernawi

“Untuk infrastruktur yang mendukung pelaksanaan Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI, masuk ke dalam Batch 1,” ujar Imam.

Infrastruktur yang disiapkan untuk upacara tersebut sebagian besar berada di Kawasan Inti Pusat pemerintahan (KIPP). Antara lain Kantor Pemerintahan, Penataan Kawasan, Perumahan, Konektivitas KIPP dan Regional, Sumber Daya Air dan Drainase Perkotaan, serta Air Minum dan Sanitasi. 9 Wilayah Perencanaan Sebagai smart forest city, terdapat 9 Wilayah Perencanaan (WP) Kawasan Pengembangan IKN dengan luas 256.142 hektar yang diarahkan untuk dapat mengakomodasi penduduk hingga 2 juta orang. Wilayah tersebut meliputi KIPP, Pusat Ekonomi, Layanan Kesehatan, Pariwisata dan Hiburan, Layanan Pendidikan, Inovasi dan Riset, Pusat Industri Pertanian dan Logistik, Pusat Sentra Pertanian, dan Pusat Pengembangan Industri Teknologi Tinggi dan kesembilan WP tersebut dibangun dalam 5 tahap.

Saat ini, Kementerian PUPR sedang fokus pada tahap pertama 2022 hingga 2024, yaitu pemindahan tahap awal. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara, disampaikan bahwa infrastruktur dasar harus selesai dibangun dan beroperasi pada 2024.

“Tidak hanya Kementerian PUPR, ada pula ketenagalistrikan, komunikasi, hingga pengelolaan persampahan untuk penduduk pionir,” terang Imam.

Di samping itu, pada tahap pertama ini pemerintah juga membangun sarana utama seperti Istana Kepresidenan, perkantoran, dan perumahan di KIPP. Pemerintah juga akan melakukan pemindahan ASN tahap awal termasuk TNI dan Polri yang direncanakan pada September 2024. (Red)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Nasional

Kunjungi Ancol Bersama Keluarga

Jakarta Swara Pembangunan Kawasan wisata Ancol kembali menghadirkan Promo Spesial Paket hemat...

Nasional

Plastik Langka Setiap Hari Harga Melonjak Naik, Dampak Terasa Hingga Daerah

Jakarta, Swara Pembangunan Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4), Menteri Perdagangan...

Nasional

Walikota Jakarta Utara Lepas Keberangkatan Tim Asesmen PMI Jakarta Utara ke Wilayah Bencana Aceh

Jakarta, Swara Pembangunannews.com Walikota Jakarta Utara diwakili Wakil Walikota Jakarta Utara Fredy...

Nasional

DPP IP-KI Mengadakan MoU dengan PMI Jakarta Utara bersama UNITI Dalam Bantuan Sumatra

Jakarta, Swara Pembangunannews.com Bencana alam yang mendera Pulau Sumatra 3 (tiga) minggu...